Senin, 14 Mei 2012

tHe bEst teacHeR??sepeRti apHa.....


STRATEGIC COLLABORATION Dan TOTAL ACTION
(Pribadi Muslim)

Guru sebagai pendidik adalah tokoh yang paling banyak bergaul dan berinteraksi dengan para murid dibandingkan dengan personel lainnya di sekolah. Guru bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengkajian, dan membuka komunikasi dengan masyarakat.[1]
Profesi guru masih dihadapkan kepada banyak permasalahan, karena profesi guru merupakan suatu profesi yang sedang tumbuh, semua permasalahannya masih relevan untuk dibicarakan, salah satu diantaranya profesi harus melalui pendidikan tinggi keguruan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru bukanlah sebatas kata-kata, akan tetapi juga dalam bentuk perilaku, tindakan, dan contoh-contoh.
Islam adalah agama yang besar dan sempurna akan ajarannya, dan kita benar-benar masih perlu belajar tentang itu semua. Dalam apa yang kita laksanakan sehari semalam bentuk dari pengabdian kita kepada Allah dan kepada sesama serta alam sekitar sangatlah kurang terkadang, pribadi seorang muslim harus bisa mensinkronkan apa yang terkandung dalam ajaran-ajaran yang ada dalam islam terutama mengamalkan 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam dan ihsan  serta harus bisa mengetahui isi kandungan secara Universal.
    Setiap diri kita sebenarnya mempunyai kecerdasan diri yaitu emotional dan spritual power (EQ dan SQ) atau yang simpel disingkat ESQ , secara cerdas metode ESQ dengan metode IQ, EQ dan SQ yang diajukan oleh berbagai pemikir barat masa kini. Perbedaan yang jauh dari apa yang difikirkan oleh pengamat barat karena ESQ mengamalkan model pedoman hidup yang memanfaatkan kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual berdasarkan nilai-nilai dari rukun iman, rukun islam dan suara hati manusia yang terangkum dalam Asmaul Husna.
    Dalam bab selanjutnya akan dijelaskan tentang pribadi muslim untuk memiliki wawasan dan pemahaman tentang strategic collaboration dan total action yang merupakan sub bab dari keterangan ESQ pemahaman dari kandungan 6 rukun iman dan 5 rukun islam. Semoga makalah yang singkat ini kita bisa belajar dan mendapat ilmu yang bermanfaat.
A.  Pengertian Profesi bagi guru
Istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menunjukkan tentang pekerjaan seseorang. Seseorang yang bekerja sebagai dokter, dikatakan profesinya sebagai dokter dan orang yang pekerjaannya mengajar di sekolah dikatakan profesinya sebagai Guru. Bahkan ada orang yang mengatakan bahwa profesinya sebagai tukang batu,tukang parkir,pengamen,penyanyi,pedagang dan sebagainya.Jadi istilah profesi dalam konteks ini, sama artinya dengan pekerjaan atau tugas yang dilakukan seseorang dalam kehidupannya sehari-hari.
Guru adalah sebuah profesi, sebagaimana profesi lainnya merujuk pada pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan. Suatu profesi tidak bisa di lakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih atau dipersiapkan untuk itu. Suatu profesi umumnya berkembang dari pekerjaan (vocational), yang kemudian berkembang makin matang serta ditunjang oleh tiga hal: keahlian, komitmen, dan keterampilan, yang membentuk sebuah segitiga sama sisi yang di tengahnya terletak profesionalisme.
Senada dengan itu, secara implisit, dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan, bahwa guru adalah : tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (pasal 39 ayat 1).

B.  Strategic Collaborattion
Setiap insan yang terlahir, bernafas dan hidup di dunia ini pastilah dianugrahi ruh (soul), jiwa (mind), dan raga (body) oleh Sang Pencipta (Al-Khooliq). Hal ini lah beberapa diantaranya yang menjadi focus pembahasan kedua setelah kita mengenal bagaimana makna profesi bagi seorang guru.  
Akan tetapi sebelum membahas mengenai Strategic Collaboration terlebih dahulu penulis akan memaparkan pula tentang makna ESQ 165.
ESQ adalah singkatan dari Emotional Spiritual Quotien. Metode ini ditemukan oleh Ary Ginanjar Agustian yang menyatukan IQ (Inteligence Quotient) terletak pada fungsi otak neocortex,[2] EQ (Emotional Quotient) terletak pada fungsi otak lymbic system,[3] dan SQ (Spiritual Quotient) pada fungsi otak godspot, atau terletak pada temporallobe.[4] Agar lebih mudah dipahami dan diingat, penjelasan ESQ mengunakan ESQ model seperti gambar di bawah.
http://images.hendryheyka.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R@db9AoKCDMAABG3nl41/ESQ%20MODEL.JPG?et=bCTAE064nx9FIbEIsqD15A&nmid=&nmid=87746093&nmid=87746093





Model ini menggambarkan satu titik tuhan yang merupakan god spot (titik tuhan) yang terbelenggu atau dikelilingi oleh lingkaran hitam bertuliskan Zero Mind Proses (ZMP). Terdapat bagian yang berwarna yaitu pink bertuliskan Star Priciple, Biru bertuliskan Angel principle, hijau bertuliskan Leadership principle, kuning bertuliskan Learnig principle, orange bertuliskan vision principle, dan merah bertuliskan Well Orgenized Principle. Terakhir bagian luar yang berbentuk bola biru terdapat lima litasan yang berputar melawan jarum jam yang bertuliskan; (1) Mission Statement, (2) Characther Building, (3) Self Control (4) Strategic Collaboration (5) Total Action.
Adapun hubungan ESQ 165 dengan model tersebut, antara lain:
Angka 1: Dijelaskan dalam model sebagai titik tuhan (God Spot). Pada pusat gambar terdapat sebuah lingkaran terdalam yang bertuliskan titik God spot atau titik tuhan. Penelitian yang telah dilakukan oleh neuro-psikolog Michael Persinger awal tahun 1990-an, dan oleh Neurolog Ramachandran 1997 bersama timnnya di Universitas California mengenai adanya “Titik Tuhan” (God Spot) dalam otak manusia. Pusat spiritual yang terpasang ini terletak diantara hubungan-hubungan syaraf dalam cuping-cuping temporal otak. 
http://www.fai-kao.com/files/images/Belenggu.jpg








Lingkaran hitam yang mengelilingi titik putih atau god spot merupakan belenggu yang menghalangi seseorang mencapai kebahagiaan sejati. Lingkaran tersebut berupa prasangka-prasangka negatif, prinsip-prinsip hidup yang salah, pengalaman-pengalaman yang membelenggu pikiran, egoisme kepentingan, pembanding-pembanding yang subyektif dan belenggu-belengu fanatisme yang menyesatkan.
Pembersihan God spot disebut Zero Mind Process, yakni pembentukan hati dan pikiran yang jernih dan suci. Kemerdekaan berpikir akan melahirkan pribadi-pribadi kreatif, berwawasan luas, terbuka, fleksibel, mampu berpikir jernih dan God spot yang kembali bercahaya.
Manusia menurut konsep ESQ adalah makhluk spiritual murni, yaitu makhluk yang ditiupkan ruh-ruh spiritual ke dalam tubuh manusia. Sifat-sifat tersebut kemudian dipadukan ke dalam materi konkret berupa tubuh atau jasad manusia yang terbuat dari tanah. Pendapat ini dibuktikan dengan adanya penemuan ilmiah SQ oleh V.S Ramachandran pada tahun 1997, lalu God Spot oleh Michael Persinger, Wolf Singer, dan Rudolfo Llinnas tentang osilasi saraf spiritual. Para ahli tersebut diatas berhasil membuktikan bahwa manusia memiliki makna tertinggi kehidupan manusia (The Ultimate Meaning). 
Ary Ginanjar menegaskan bahwa penemuan God Spot pada manusia lebih meyakinkan pendapat ini, karena akan senantiasa mencari Tuhan-nya, yaitu melalui sifat-sifat-Nya, yang selalu diidam-idamkan manusia dan sekaligus merupakan bukti keperkasaan Allah, serta penghambaan manusia. Dengan bermodalkan Spritual Quotient (SQ), manusia mengabdi kepada Allah untuk mengelola bumi sebagai khalifah dan misi utamanya semata-mata mencari keridhaan Allah, target utamanya adalah menegakan keadilan, perdamaian dan kemakmuran. Langkah nyatanya berupa spiritualisasi di segala bidang. Inilah yang kemudian disebut sebagai aktualisasi diri melalui Ihsan.
Sifat-sifat ini menurutnya termasuk kategori ihsan, atau menuju sifat-sifat Allah (taqarub), yang terletak pada spiritual center (God Spot). Nilai-nilai tersebut diikhtisarkan dari 99 Asmaul Husna yang merupakan proto kesadaran yang terdeteksi pada osilasi Pare-Llinas, yang dianggap sebagai arketipe oleh Zohar, yang diduga sebagai super-egooleh Freud, self-actualization oleh Maslow, unconscious-mind oleh Carl Jung, dan dinamakan ”makna hidup” oleh Frankl. Ia lalu menamakan nilai-nilai ini sebagai Asmaul Husna Value System (AHVS) yang menghasilkan ultimate value dan ultimate drive.
Angka 6 merupakan perwakilan dari enam warna yang pertama, yang mewakili dimensi emosional atau emotional quotient (EQ). Pada tahun 1990, Daniel Goelman menulis buku Emotional Intelligence. Goelman mengatakan bahwa sangatlah sempit apabila keberhasilan seseorang hanya ditentukan oleh sebuah entitas (besaran) yang disebut dengan kecerdasan intelektual. Ada entitas lain yang lebih dominant dalam memberi kontribusi kesuksesan seseorang, yaitu apa yang disebut kecerdasan emosional (EQ). EQ bekerja pada fungsi otak limbic system, kecerdasan ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam mengungkapkan dan merasakan perasaan orang lain. 
EQ adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola perasaan dan emosi diri sendiri maupun orang lain. Dimensi ini digambarkan dengan warna pink yang bertuliskan Star Priciple. Kenapa berwana pink dikarenakan pada Star Priciple kita dapat mencintai Allah lebih dari mencintai apapun.
Kedua, digambarkan dengan warna biru Angel principle menjelaskan tetap berbuat baik dimanapun kita berada meski tanpa ada orang yang melihat. Warna biru melambangkan kedamaian.
Ketiga, Leadership principle yang dilambangkan dengan warna hijau. Diharapkan kita dapat mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad yang bersahaja, memaafkan dan sebagai suri tauladan sehingga diikuti banyak orang. Cara atau langkah melakukan Leader principle adalah (1) dicintai dengan membangun hubungan, (2) dipercaya dengan integritas (3) diikuti dengan keluh kesah (4) Kader dengan membimbing orang lain (5) Pemimpin abadi dengan Leave legacy atau meninggalkan kebaikan atau manfaat.
Keempat, kuning bertuliskan Learnig principle kita tetap belajar seperti padi yang masak setiap berisi semakin merunduk, memegang teguh Al-quran dan Al-hadis, serta memiliki prinsip seperti orang di budaya Jepang KAIZEN (ambil yang baik dan tinggalkan yang bruk). Kelima, warna orange bertuliskan vision principle, yang berarti kita harus memiliki visi hidup kita. Maka kita harus memiliki long term vision (visi jangka panjang) yaitu mati masuk surga dan bertemu dengan Allah; midterm vision (visi jangka menengah), dan shorter vision (visi jangka pendek) misalnya menyusun jadwal harian/kegiatan, shalat, mengaji, bangun, mandi dsb. Dan yang terakhir warna merah bertuliskan Well Orgenized Principle.Yaitu pengorganisasi yang baik dimana seorang leader yang baik itu timbul dari nilai-nilai yang baik, kemudian system yang baik dan lahirlah seorang pemimpin sejati.
Terakhir angka 5 yang menggambarkan dimensi Inteligensi Quotient (IQ). ditemukan pada tahun 1905 di paruis prancis oleh Binet. Kemudian dibawa ke AS di Universitas Stanford maka lahir disebut Stanfordbinet dipergunakan pertama kali pada perang dunia I. Perangkat ini dibawa ke Amerika untuk mengetes para calon tentara Amerika, dan selanjutnya diperkenalkan keberbagai negara diseluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dimensi ini IQ berisi lima perihal yang berhubungan dengan raga (body), yaitu personal strange dan social strang. Personal strange terdiri dari 3 macam kemampuan, yaitu (1) Mission Statement, memiliki misi yaitu memberikan rahmat melalui syyahadat, dan melakukan segala kegiatan karena Allah SWT semata (lilahitaAlla).  (2) Characther Building, dengan menghidari diri dari perbuatan maksiat dan siplin diri. Komitmen ini dapat dijaga dengan bersuci melakukan wudhu dan syalat, (3) Self Control, yaitu mampu menguasai hawa nafsu. Kita sebaiknya melakukan control terhadap hawa nafu berupa emosi dan lain sebagainya dengan isthigfar dan berpuasa. Sedangkan Social strange yaitu kemampuan untuk berhubungan denga manusia lain. Untuk menumbuhkan rasa soial hendakya kita melakukan (4) Strategic Collaboration, yaitu saling memberi dan menerima. Strategi ini dapat dilakukan dengan mengerjakan zakat, sedekah dan infak, (5) Total Action,  yaitu keseluruhan totalitas dari segala yang kita miliki hanya untuk Allah. Lakukan yang terbaik do the best dan tawakal. Berhubungan dengan jika telah mampu maka lakukanlah haji.

C.  Total Action (Pribadi Muslim)
Kepribadian Muslim dapat dilihat dari kepribadian orang per orang (individu) dan kepribadian dalam kelompok masyarakat (ummah). Kepribadian individu meliputi ciri khas seseorang dalam sikap dan tingkahlaku, serta kemampuan intelaktual yang dimilikinya. Karena adanya unsur kepribadian yang dimiliki masing-masing, maka sebagai individu seorang Muslim akan menampilkan ciri khasnya masing-masing. Dengan demikian akan ada perbedaan kepribadian antara seseorang muslim dengan muslim lainnya. Secara fitrah perbedaan ini memang diakui adanya.
) الأنعام:152 (
Potongan ayat diatas mengandung intisari bahwa Islam memandang setiap manusia memiliki potensi yang berbeda, hingga kepada setiap orang dituntut untuk menunaikan perintah agamanya sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
Kalaulah individu merupakan unsur terkecil dari suatu masyarakat, maka tentunya dalam pembentukan kepribadian Muslim sebagai umat akan sulit dipenuhi. Beranjak dari pernyataan tersebut, maka dalam upaya membentuk kepribadian Muslim baik secara individu, maupun sebagai suatu ummah, adanya perbedaan tersebut bagaimana pun tak mungkin dapat diletakkan. Dalam kenyataannya memang dijumpai adanya unsur keberagaman (heterogenitas) dan homogenitas(kesamaan).
Maka walaupun sebagai individu masing-masing kepribadian itu berbeda, tapi dalam pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah, perbedaan itu perlu dipadukan. Sumber yang menjadi dasar dan tujuannya adalah ajaran wahyu.
)الذريّة(56:
Dasar pembentukan adalah Al-Qur’an dan hadist, sedangkan tujuan yang akan dicapai adalah menjadi pengabdi Allah yang setia, sebagai Tuhan yang wajib disembah. Sedangkan pengabdian yang dimaksud didasarkan atas tuntutan untuk menyembah kepada Tuhan yang satu : itulah dia Allah Tuhan kamu, tidak ada yang berhak disembah selain dia. Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah dia
) الأنعام:102(
Pernyataan wahyu ini merupakan kerangka acuan dalam pembentukan kepribadian Muslim sebagai ummah. Acuan ini berisi pernyataan, bahwa setiap Muslim wajib menunjukkan ketundukan yang optimal kepada zat yang menjadi sesembahannya. Dengan demikian secara keseluruhan kaum muslimin mengacu kepada pembentukan sikap kepatuhan yang sama imbasnya diharapkan akan terbentuk sifat dan sikap yang secara umum adalah sama. Inilah yang dimaksud dengan kepribadian muslim sebagai ummah.
Kepribadian menurut Zakiah Daradjat (1980) disebut sebagai sesuatu yang abstrak, sukar dilihat secara nyata, hanya dapat diketahui lewat penampilan, tindakan dan ucapan ketika menghadapi persoalan, atau melalui atsarnya saja.[5] Kepribadian mencakup semua unsure, baik fisik maupun psikis. Naik atau tidaknya nilai kepribadian seseorang tentu saja didasari oleh ilmu pengetahuan dan moral yang dimilikinya. Artinya, kepribadian akan turut menetapkan apakah para guru dapat disebut sebagai pendidik yang baik atau sebaliknya, justru menjadi perusak anak didiknya.
Alexander (1971) menyatakan : “No one can be a genuine teacher unless he is himself actively sharing in the human attempt to understand men an their word” secara tidak langsung, Alexander menyarankan agar guru dapat memahami kesulitan yang dihadapi oleh muridnya dalam belajar.[6]
Guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian yang utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan idola dalam seluruh segi kehidupannya. Kompetensi kepribadian yang menggambarkan etika profesi menurut Slamet PH (2006) terdiri dari sub-kompetensi salah satunya adalah; menunjukkan dan mempromosikan nilai-nilai, norma, sikap, dan perilaku positif yang mereka harapkan dari peserta didiknya.
Guru yang professional adalah guru yang siap memberikan bimbingan nurani dan akhlak yang tinggi kepada murid-muridnya. Karena bimbingan yang diberikan bersumber dari ketulusan hati, maka guru benar-benar siap sebagai spiritual father bagi muridnya.
Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa kemuliaan hati seorang guru diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.  Guru secara nyata dapat berbagi dengan anak didiknya. Oleh karena itu Guru pantas menyandang gelar sebagai moeslim total action artinya bahwa guru benar-benar sosok yang memiliki kepribadian muslim yang sempurna. Hal ini dikarenakan guru memiliki daya kalbu yang tinggi yang menampilkan kepribadian paripurna. Daya kalbu terdiri dari daya spiritual, emosional, moral, rasa kasih sayang, kesopanan, toleransi, kejujuran, dan kebersihan, disiplin diri, harga diri, tanggung jawab, keberanian moral, kerajinan, komitmen, estetika, dan etika.[7]
Lalu bagaimana kiat agar menjadi pribadi yang unggul? Berikut ini beberapa di antaranya :
Ø Percaya diri, yakinkan bahwa kita ditakdirkan menjadi ummat terbaik, lakukan amal terbaik
Ø Bangun sistem yang kondusif pilih lingkungan dan teman-teman yang berkualitas
Ø Mampu bersinergi (berjamaah)
Ø Manajemen qalbu mampu mengendalikan hati
Bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menjadi seorang pribadi muslim yang berprestasi, yang unggul dalam potensi yang telah dianugerahkan Allah kepada setiap diri hamba-hamba-nya.

DAFTAR PUSTAKA

Sagala, Syaiful.2009. Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung : Alfabeta.
Usman Uzer,Moh.2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.





[1] Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.(Bandung: Alfabeta) hlm.6.
[2] Neokorteks adalah bagian dari korteks serebral (bersama dengan archicortex dan paleocortex - yang merupakan bagian kortikal dari sistem limbik).
[3] Sistem limbik: Sistem limbik, sering disebut sebagai "otak emosional", ditemukan terkubur di dalam otak besar. Seperti otak kecil, evolusi struktur agak lama.
[4] bagian dari korteks serebral baik belahan otak berbaring di dalam kuil/batok kepala. Secara otomatis memori dalam otak akan tersimpan didalamnya
[5] Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan.(Bandung: Alfabeta) hlm.33.
[6] Ibid. Hlm.34
[7] Ibid. Hlm. 37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar